Geografi
Euphorbia tirucalli, juga dikenal sebagai tongkat api, pohon pensil atau kaktus susu, terdapat di semua bagian tropis dunia dan umum dijumpai di seluruh wilayah sebarannya. Distribusi modern spesies ini tampaknya telah menjadi rancu oleh introduksi dan naturalisasi berikutnya (pohon ini memiliki sejarah panjang pemanfaatan oleh masyarakat), sehingga sulit untuk mengetahui negara mana yang merupakan bagian dari wilayah sebaran aslinya. Pohon ini sangat cocok untuk daerah kering seperti sabana dan di tanah liat hitam serta dapat tumbuh di daerah yang tidak sesuai untuk tanaman lainnya.
Manfaat
Sementara pohonnya digunakan untuk keperluan pengobatan, lateksnya beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit dan bahkan kebutaan sementara. Tanaman ramping ini tidak berduri dan sebagai gantinya menggunakan toksisitas sebagai mekanisme untuk mengusir predator, oleh karena itu nama informalnya adalah “tongkat api.” Kewaspadaan seperti memakai pelindung mata disarankan saat menangani tanaman ini. Namun, ranting muda pohon ini bisa dipanggang lalu dikunyah untuk mengobati sakit tenggorokan. Jus rebusan akar tongkat api juga pengatasi penyebab mual pada kasus gigitan ular dan untuk mengatasi kemandulan pada wanita. Getahnya adalah emulsi seperti susu dari sekitar 30 persen (terutama euphol) terpen dalam air, dan minyak yang diperoleh dari getah tongkat api telah digunakan dalam industri linoleum, kulit minyak, dan kain kulit. Metana juga dapat diproduksi melalui fermentasi anaerobik dari getah tongkat api .
Kayunya berwarna putih, seratnya rapat, dan cukup keras. Kayu tongkat api biasanya digunakan untuk mainan, kasau, tiang balok, dan lembaran papan. Pohon ini banyak ditanam untuk tujuan ornamen atau untuk menjadi pembatas atau penghalang, atau penguat. tongkat api banyak digunakan sebagai tanaman pagar di wilayah pedesaan Afrika Timur.
Di Lapangan
Di Iran, sudah ada minat untuk mengembangkan perkebunan tongkat api karena potensinya untuk bahan bakar nabati, keperluan pengobatan, dan ketahanannya terhadap hama. Kemampuan tanaman ini untuk bertahan hidup di iklim semikering dan tumbuh dengan cepat telah disebutkan sebagai manfaat lain.
Energi
Minyak tongkat api bermanfaat dalam produksi biodiesel nabati. Getahnya juga berpotensi sebagai bahan bakar, mengingat sifat-sifat minyak dieselnya. Melalui hidrokarbon lateksnya, spesies ini menghasilkan setara dengan 10 hingga 50 barel minyak L/ha, adapun biomassanya dapat menghasilkan 8.250 m3/ha biogas.
Publikasi Terkait
Orwa, C., Mutua, A., Kindt, R., Jamnadass, R., & Simons, A. (2009). Agroforestree Database:a tree reference and selection guide version 4.0 (http://www.worldagroforestry.org/sites/treedbs/treedatabases.asp)
Haevermans, T. 2017. Euphorbia tirucalli. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T44452A117034216.
Grace, O.M., 2008. Euphorbia tirucalli. [Internet] Record from PROTA4U. Schmelzer, G.H. & Gurib-Fakim, A. (Editors). PROTA (Plant Resources of Tropical Africa / Ressources végétales de l’Afrique tropicale), Wageningen, Netherlands.
Hastilestari, B. R., Mudersbach, M., Tomala, F., Vogt, H., Biskupek-Korell, B., Van Damme, P., … & Papenbrock, J. (2013). Euphorbia tirucalli L.–Comprehensive characterization of a drought tolerant plant with a potential as biofuel source. PLoS one, 8(5), e63501.
Pekerjaan ini didukung oleh:
Informasi yang tersaji dalam artikel ini tidak melalui peninjauan sejawat dan tidak dimaksudkan sebagai masukan. Ini didasarkan pada pengetahuan saat ini dan literatur yang tersedia. CIFOR dan organisasi mitra tidak memberikan jaminan apa pun dan merekomendasikan pemangku kepentingan yang tertarik untuk melakukan penilaian dan verifikasi independen lebih lanjut sebelum membuat keputusan bisnis dan investasi.