Geografi
Azadirachta indica, juga dikenal sebagai pohon mimba, neem atau lilac India, adalah tanaman hijau tropis dengan kemampuan adaptasi yang luas. Berasal dari India dan Myanmar, pohon tersebut telah ditransplantasikan ke Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Pohon mimba adalah tanaman asli daerah tropis dan semitropis dan telah didomestikasi di Asia. Saat ini, pohon mimba yang tahan kekeringan ini tersebar luas di seluruh India dan Indonesia serta tumbuh dengan baik di tanah kering dan berpasir.
Manfaat
Azadirachta indica yang tumbuh cepat merupakan sumber makanan bagi manusia maupun satwa liar. Orang memakan buahnya mentah atau dimasak, dan terkadang memakan ranting dan bunga mudanya sebagai sayuran. Ekstrak atau bagian kasar dari pohon mimba sering dicampur dengan biji-bijian yang disimpan seperti jagung, beras dan kacang-kacangan untuk melindungi mereka dari serangan serangga. Ekstrak mimba dapat dihaluskan menjadi bubuk, kemudian dituang ke dalam air, dan dipakai sebagai semprotan ramah lingkungan untuk melindungi tanaman dari serangga pemakan dedaunan, seperti belalang, tanpa menimbulkan dampak bagi serangga penyerbuk,seperti lebah madu. Buahnya juga menjadi sumber nutrisi penting bagi beberapa satwa liar, khususnya burung dan kelelawar, walaupun mereka hanya mencerna daging buahnya, bukan bijinya. Kulit batang, daun dan buahnya juga secara tradisional telah lama digunakan untuk mengobati sifilis, lepra, rematik dan penyakit kulit, serta berbagai penyakit lainnya. Kayu dari pohon mimba digunakan untuk membuat pegangan perkakas, pintu dan mebel namun tidak banyak digunakan untuk konstruksi. Resin juga dapat diekstraksi dari pohon dan digunakan sebagai penambal. Pohon mimba juga mengandung tanin untuk penyamakan barang.
Di Lapangan
Di Kenya, minyak mimba dimanfaatkan oleh petani sebagai pestisida yang ramah lingkungan. Setelah kawanan belalang baru-baru ini merusak tanaman, petani mengubah minyak mimba menjadi semprotan organik buatan sendiri yang telah terbukti efektif melawan belalang dan serangga lainnya.
Energi
Minyak mimba memiliki potensi biodiesel karena memiliki kandungan nilai yang sesuai sifat-sifat fisikokimia bidodiesel yang memenuhi standar internasional. Ini, ditambah dengan hasil yang tinggi, membuktikan kelayakan dan efisiensi produksi dari biodiesel mimba. Dari bijinya, sebanyak 40 persen minyak dapat diekstraksi, yang sangat bermanfaat untuk menghasilkan biodiesel dalam jumlah besar, dengan hasil biodiesel yang optimal yaitu sebesar 89,69 persen.
Publikasi Terkait
ICRAF (2014). The wonderful neem tree, ICRAF, Nairobi, Kenya
Heuzé V., Tran G., Archimède H., Bastianelli D., Lebas F., 2015. Neem (Azadirachta indica). Feedipedia, a programme by INRAE, CIRAD, AFZ and FAO.
Awolu, O. O., & Layokun, S. K. (2013). Optimization of two-step transesterification production of biodiesel from neem (Azadirachta indica) oil. International Journal of Energy and Environmental Engineering, 4(1), 39.
Hashmat, I., Azad, H., & Ahmed, A. (2012). Neem (Azadirachta indica Juss)-A nature’s drugstore: an overview. Int Res J Biol Sci, 1(6), 76-79.
Pekerjaan ini didukung oleh:
Informasi yang tersaji dalam artikel ini tidak melalui peninjauan sejawat dan tidak dimaksudkan sebagai masukan. Ini didasarkan pada pengetahuan saat ini dan literatur yang tersedia. CIFOR dan organisasi mitra tidak memberikan jaminan apa pun dan merekomendasikan pemangku kepentingan yang tertarik untuk melakukan penilaian dan verifikasi independen lebih lanjut sebelum membuat keputusan bisnis dan investasi.