Pembiaran merupakan masalah yang menyebabkan kebakaran hutan menjadi ritual. Setiap musim kemarau tiba, titik-titik api bertebaran di Sumatra dan Kalimantan. Asap pekat yang dihasilkan mengganggu kegiatan masyarakat. Menurut Pusat Riset Kehutanan Internasional (CIFOR), kerugian akibat kebakaran hutan mencapai US$3,2 miliar atau lebih dari Rp40 triliun. Kerugian terbesar terutama pada kesehatan masyarakat karena partikel halus dan zat kimia seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida yang dilepaskan.