Media coverage

Each year, CIFOR’s research and scientists are mentioned in over 1,500 news stories by local and international media outlets worldwide. Find the latest here, with over a decade of archives.


Orang-orang di jantung bisnis restorasi hutan

Tahun 2013, setelah proses panjang yang tidak mudah, PT Rimba Makmur Utama (RMU) pimpinan Dharsono mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu - Restorasi Ekosistem Dalam Hutan Alam (IUPHHK-Restorasi Ekosistem). Namun izin itu baru mencakup sebagian dari seluruh luas area konsesi yang diajukan, izin area sisanya baru diperoleh 2016.

Katingan-Mentaya Project berusaha merestorasi dan melindungi area seluas 149.800 hektare, sebagian merupakan besar hutan gambut, di Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menurut data Verra, pengelola standar karbon terverifikasi (Verified Carbon Standard/VCS) atau yang sebelumnya disebut Voluntary Carbon Standard.

RMU mendapatkan penghasilan dari banyaknya emisi karbon yang bisa dihindari dengan kegiatan restorasi serta pengekangan deforestasi dan degradasi hutan yang dijalankan di wilayah kerja Katingan-Mentaya Project. Mekanisme penghitungan dan penjualan kredit karbon semuanya dilakukan sesuai VCS.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR) Amy Duchelle mengatakan Katingan-Mentaya Project termasuk proyek pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/REDD) yang terbesar dan tertua di antara sekitar 350 proyek serupa yang bermunculan sejak 2007.

"Modelnya sangat menarik karena ini benar-benar tentang menghindari deforestasi di hutan gambut, yang merupakan ekosistem berharga, dan proyek REDD ini sangat penting untuk mitigasi perubahan iklim," katanya
Read more on Antara News