Media coverage

Each year, CIFOR’s research and scientists are mentioned in over 1,500 news stories by local and international media outlets worldwide. Find the latest here, with over a decade of archives.


Tidak cukup restorasi gambut untuk mencegah kebakaran hutan berulang di Sumatra dan Kalimantan

Gambut yang telah terdegradasi dan mengering rentan terhadap percikan api yang menyulut kebakaran lahan. Begitu terbakar, api di lahan gambut sulit dipadamkan karena bahan gambut terbuat dan tersusun dari sisa pepohonan yang mudah membara. Hanya hujan lebat yang bisa memadamkan bara api seratus persen.

Undang-undang melarang perusahaan menggunakan api untuk membuka lahan. Namun, petani kecil diizinkan menggunakan cara ini dengan batasan dua hektare.

Jika hanya satu dua orang petani menggunakan api untuk membuka lahan dampaknya tidak akan terlalu besar.

Namun, ketika puluhan atau ratusan orang atau beberapa perusahaan sekaligus menebang dan membakar, maka dampaknya menjadi kejadian luar biasa.

Diduga perusahaan bermodal besar dan elite lokal menggunakan aturan yang membolehkan petani kecil membakar lahan secara terbatas untuk keuntungan mereka. Riset dari Center for International Forestry Research (CIFOR) mencatat bahwa harga lahan yang sudah dibakar meningkat tinggiCIFOR juga mencatat elite lokal bertindak sebagai cukong yang mengorganisasi petani kecil untuk transaksi lahan. Lahan-lahan ini umumnya segera ditanami enam bulan sesudah kebakaran, sehingga diprediksi milik perusahaan bermodal besar.

Penegakan hukum untuk melarang penanaman di lahan bekas kebakaran perlu ditegakkan. Di samping itu kepemilikan tanah yang terbakar harus transparan.
Read more on The Conversation