Sayangnya masa-masa booming itu tidak berlangsung lama. Memasuki tahun 2000-an volume perdagangan mebel dan ukiran Jepara cenderung menurun. Jika di tahun 2005 nilainya mencapai US$ 127 juta, maka di tahun 2007 nilainya merosot menjadi US$ 118 juta. Bahkan kini bisa dibilang industri ukiran dan mebel Jepara tengah mati suri. "Untuk saat ini nyaris tidak ada pesanan berskala besar yang mampir ke workshop perajin," kata Margono, ketua Asosiasi dalam Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara (APKJ). Apa yang menjadi penyebab industri yang pernah berjaya itu cepat mati suri?