Kerugian akibat kebakaran hutan selama tahun 2015 semakin nyata. Dengan lahan terbakar hingga mencapai 2,1 juta hektar (
setara lebih kurang 4 kali luas pulau Bali) Herry Purnomo, Peneliti CIFOR (
Center for International Forestry Research) dan Dosen Fakultas Kehutanan IPB bahkan memberikan nilai kerugian dampak kabut asap perekonomian di Indonesia, Singapura dan Malaysia yang mencapai hingga USD 20 milyar. Menurutnya perhitungan tersebut berasal dari nilai ekonomi, tanaman yang terbakar, air yang tercemar, emisi, korban jiwa dan masalah kesehatan warga, hingga kerugian di sektor transportasi.