Ancaman Presiden Joko Widodo untuk mencopot jajaran TNI dan kepolisian yang tidak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan dinilai efektif mengatasi masalah tahunan itu. Presiden pertama kali mengeluarkan ancaman seperti itu pada 2016 lalu dan kini mengeluarkan ancaman serupa menjelang perhelatan Asian Games bulan Agustus, bertepatan dengan puncak musim kemarau di Indonesia. Peneliti dari Center for International Forestry Research (CIFOR) Herry Purnomo mengungkapkan bahwa gertakan presiden ini cukup terbukti efektif menurunkan kebakaran hutan selama beberapa tahun terakhir -meski hingga kini belum terbukti ada jajaran TNI dan polri yang dicopot. "Tapi ancaman itu kena ke tentara dan polisi. Jabatan kan penting bagi mereka, mereka tidak ingin daerahnya dan jabatannya hilang. Terus terang itu efektif, cukup oke lah untuk menggertak," ujar Herry kepada BBC Indonesia, Rabu (07/02).