Herry Purnomo, peneliti dari Center for International Forestry Research (Cifor), menyebutkan harga di pasar karbon sangat tergantung pada keputusan politik di level internasional, karena pembelian karbon yang dilakukan secara sukarela (voluntary basis) belum berjalan dengan baik. "Ini [REDD] memang bukan common business, di mana permintaan dan penawaran tercipta berdasarkan kebutuhan. Ini sangat tergantung pada kesepakatan internasional. Semua orang bisa melihat bagaimana lemahnya keinginan politik yang ada saat forum UNFCCC di Copenhagen tahun lalu. Itu sebabnya harga karbon terus turun," jelas Herry kepada Bisnis.com, Rabu.