Acara ini dilaksanakan dengan beberapa tujuan. Pertama, untuk memulai dialog lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait dengan masalah karbon biru. Kedua, memfasilitasi komunitas ilmiah dan kebijakan untuk mengidentifikasi kesenjangan yang menghambat pengembangan karbon biru secara nasional maupun global. Ketiga, mengarahkan pengembangan karbon biru di Indonesia, sejalan dengan akan diadakannya COP24 di Polandia pada Desember 2018.
“Nantinya juga diharapkan ada strategi perekonomian yang dihasilkan sesuai kondisi maritim Indonesia,“ ujar Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Satryo S. Brodjonegoro, pada pembukaan konferensi.