Get the CIFOR publications update

CIFOR publishes over 400 publications every year on forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy, agroforestry and much more in multiple languages.

Pembiayaan bagi petani kecil di sektor kelapa sawit: Analisis kesenjangan antara skema kredit yang tersedia dan pembiayaan yang dihadapi petani kecil

Pembiayaan bagi petani kecil di sektor kelapa sawit: Analisis kesenjangan antara skema kredit yang tersedia dan pembiayaan yang dihadapi petani kecil

Pesan Kunci

  • Petani kecil membutuhkan pembiayaan yang signifikan untuk membangun, memelihara, dan meremajakan kebun kelapa kelapa sawit mereka dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan.
  • Petani kecil memiliki sumber pendanaan yang terbatas dalam mengusahakan kebun kelapa sawit mereka.
  • Terdapat kesenjangan yang signifikan terkait jumlah maupun aksesibilitas, antara kebutuhan dana pinjaman petani kecil kelapa sawit dengan pasokan dana pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya.
  • Sebagian besar pinjaman yang disetujui untuk petani kecil hanya dapat digunakan sebagai modal kerja dan tidak dapat untuk menutupi biaya peremajaan. Jangka waktu pinjaman yang tersedia juga menimbulkan permasalahan tersendiri mengingat gestation period yang cukup lama pada komoditas kelapa sawit.
  • Credit maturity gap (kesenjangan tenggat waktu dalam pinjaman) juga terjadi pada sebagian besar skema pembiayaan, mengingat jadwal pembayaran yang dimulai segera setelah kredit dicairkan. Beberapa skema pembiayaan menunggu pembayaran pertama hingga musim panen, dengan demikian tenggat waktu pinjaman disesuaikan dengan jangka waktu tersebut.
  • Kesenjangan terkait pembagian risiko terjadi ketika para petani membayar nilai pinjaman, karena setiap perubahan pada biaya produksi dan harga minyak sawit cenderung dibebankan kepada produsen.
  • Kesenjangan juga terjadi pada aspek legalitas. Ketiadaan dokumentasi kepemilikan lahan yang legal, menyebabkan petani kesulitan memberikan agunan untuk mengakses pinjaman dari bank.
  • Kesenjangan-kesenjangan tersebut merupakan faktor penghambat bagi petani kecil untuk mengakses kredit yang bersumber dari pembiayaan formal. Kondisi ini pada gilirannya akan membuka peluang masuknya pembiayaan yang bersumber dari kredit informal dengan suku bunga yang lebih tinggi.
  • Guna meningkatkan akses petani kecil pada komoditas kelapa sawit terhadap pembiayaan formal, semua kesenjangan yang disebutkan di atas harus segera diatasi.

Authors: Sahara; Haryadi; Kusumowardhani, N.

Topic: oil palms, finance, sustainable development, policy

Series: CIFOR Infobrief no. 214

Publisher: Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, Indonesia

Publication Year: 2018

DOI: 10.17528/cifor/006885


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Altmetric score:


Export Citation

Related viewing

Top

CIFOR website usability survey

We're conducting research on our website and we'd love to hear from you about your experience on cifor.org. This will help us make improvements and prioritize new features. The survey should only take 5 minutes, and your responses are completely anonymous.

If you have any questions about the survey, please email us: cifor@cgiar.org

We really appreciate your input!

Start survey
I don’t want to participate
Remind me later