Keluar dari sarang singa, masuk ke mulut buaya?: Pelajaran dari mengembangkan kebijakan hutan adat di Bulukumba

Get the CIFOR publications update

CIFOR publishes over 400 publications every year on forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy, agroforestry and much more in multiple languages.

Keluar dari sarang singa, masuk ke mulut buaya?: Pelajaran dari mengembangkan kebijakan hutan adat di Bulukumba

Keluar dari sarang singa, masuk ke mulut buaya?: Pelajaran dari mengembangkan kebijakan hutan adat di Bulukumba

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 35/2012 telah membuka ruang bagi masyarakat adat untuk menuntut adanya pengakuan atas hak-hak mereka. Tanpa adanya kejelasan dalam kerangka kerja legal di tingkat nasional terkait dengan hak-hak masyarakat adat, kewenangan atas hutan adat, dan prosedur untuk memperoleh pengakuan, pemerintah daerah tetap dapat mengambil langkah strategis sebagai upaya pengakuan terhadap masyarakat adat dan hak-hak mereka dalam wilayah pemerintah daerah. Inisiatif-inisiatif pembuatan kebijakan berbasiskan kolaborasi multi-pihak dapat membantu menciptakan kebijakan yang terpadu, lentur dan menyeluruh sehingga bisa memperkuat sistem pengelolaan yang adaptif, lintas kewenangan, dan kepentingan yang beragam.

Authors: Workman, T.; Fischer, M.; Mulyana, A.; Moeliono, M.; Yuliani, L.; Balang

Topic: agroforestry, tenure, decision making, community involvement, labour, legal rights

Geographic: Indonesia

Series: ICRAF Brief no. 57

Pages: 8p

Publisher: World Agroforestry Centre - ICRAF Southeast Asia Regional Office, Bogor, Indonesia

Publication Year: 2015


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Export Citation

Related viewing

Top