Tengkawang sebagai ‘Perekat’ Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu: Pengalaman di DAS Labian-Leboyan

Export citation

Poin utama

  • Pentingnya pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) secara lestari serta pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu telah dipahami, tetapi belum sepenuhnya dihayati apalagi dilaksanakan oleh para stakeholder.
  • Pengalaman pendampingan masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan satu jenis HHBK tradisional seperti tengkawang, mulai dari budi daya (hulu) sampai pemasaran (hilir) dapat menjadi pintu masuk pengelolaan bentang alam di DAS Labian-Leboyan.
  • Pelajaran dari kegiatan di beberapa komunitas Dayak Iban menunjukkan bahwa pendampingan dari luar desa penting, karena dapat mempercepat proses kerjasama masyarakat desa dengan kelompok kepentingan di luar desa; dan membantu dalam penyusunan strategi lokal yang memadukan pengetahuan modern dengan pengetahuan tradisional dan aturan adat.

Download:

DOI:
https://doi.org/10.17528/cifor/007703
Altmetric score:
Dimensions Citation Count:

Related publications

Get the CIFOR latest news