Last updated April 2010 
 
Versi cetak | Sitemap

Beberapa Hasil dan Contoh Pengalaman

KAMERUN

Kegiatan memberi skor dengan Metode Distribusi Kerikil (Pebble Distribution Method) memperlihatkan bagaimana masyarakat lokal memberi skor kepentingan hutan dibandingkan jenis lahan yang lain secara keseluruhan (KS) serta untuk kegunaan tertentu (lihat keterangan kode di bawah tabel). Ini merupakan rangkuman skor dari kelompok masyarakat pria dan wanita, berusia tua dan muda. Hutan mempunyai skor paling tinggi untuk seluruh kategori kegunaan kecuali untuk “Bahan Dijual” dan “Rekreasi”.

 

MA

OB

BP

B

PE

KB

AN

HI

BJ

TB

RE

MD

KS

Kampung

7.3

12.5

9.0

13.0

8.3

3.8

0.0

14.5

11.0

6.3

18.8

17.8

10.2

Bekas kampung

3.5

9.5

4.0

2.7

2.5

7.0

0.0

4.5

6.3

7.0

6.3

7.3

5.0

Kebun(coklat)

7.3

13.8

7.7

5.7

11.5

16.3

4.0

10.8

13.3

12.3

15.8

11.5

10.8

Sungai

12.8

5.5

6.0

13.0

8.8

0.5

0.0

2.5

7.5

9.5

19.5

11.0

8.0

Rawa-rawa

11.3

8.5

19.3

15.0

13.0

0.8

15.5

15.0

12.0

12.8

9.5

10.3

11.9

Ladang

16.8

8.8

4.7

5.7

7.0

11.0

0.0

1.8

22.8

12.0

13.3

11.5

9.6

Jekau muda(<10yrs)

9.3

5.8

6.7

6.0

4.0

14.3

12.3

8.8

8.0

8.3

0.0

6.0

7.4

Jekau tua (>10yrs)

11.3

8.5

16.3

9.3

10.8

13.3

18.0

11.8

6.3

10.0

1.5

6.5

10.3

Hutan

20.8

27.3

26.3

29.7

34.3

33.3

50.3

30.5

13.0

22.0

15.5

18.3

26.8

Total

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

Hutan

                         

Hutan rimba

34.0

43.3

27.7

40.7

49.5

28.8

50.3

25.5

40.5

42.5

28.0

37.3

37.3

Hutan sekunder

35.5

28.0

25.7

28.3

24.8

28.0

19.8

24.0

24.3

24.3

24.5

19.5

25.5

Hutan dekat kampung

22.8

22.8

32.7

21.0

14.0

40.8

19.3

31.5

21.3

22.0

37.0

24.5

25.8

Hutan tergenang

7.8

6.0

14.0

10.0

11.8

2.5

10.3

19.5

14.0

11.3

10.5

18.8

11.4

Total

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

100.0

Penjelasan dalam penggunaan kode kelas:

Makanan = MA
Obat-obatan = OB
Bahan pondok = BP
Bahan bangunan = BB
Perkakas = PE
Kayu bakar = KB
Anyaman = AN

Hiasan/upacara = HI
Bahan dijual = BJ
Tempat berburu = TB
Rekreasi = RE
Masa depan = MD
Keseluruhan = KS

Di bawah ini adalah beberapa observasi dan hasil tahap permulaan dari survei lapangan dan analisis data yang pertama:

  • Unit lanskap yang paling penting untuk masyarakat di Nkolbibanda adalah desa mereka. Mereka berkata "Kami tidak dapat hidup tanpa desa kami".

  • Arti penting hutan yang pertama adalah sebagai 'lahan yang potensial untuk pertanian'. Ke dua, hutan dianggap penting untuk hasil-hasil yang bisa dipanen.
  • Pertanian adalah yang paling penting sebagai penyedia hasil-hasil yang bisa dipasarkan.
  • Ketika ditanya apa yang mengancam hutan, masyarakat menjawab "penebangan pohon-pohon yang bernilai dan bermanfaat" dan "kebakaran" karena api merusak seresah yang menyuburkan tanah.
  • Perburuan liar juga dianggap berbahaya. Jika binatang-binatang habis, mereka tidak dapat berburu lagi. Sejumlah kecil masyarakat menyebutkan bahwa hal itu akan mengganggu stabilitas berbagai fungsi di dalam hutan.
  • Tentu saja seluruh ancaman yang disebutkan di atas merupakan aktivitas keseharian masyarakat sendiri. Ketika ditanya mengapa mereka masih terus melakukannya, disamping ancaman yang mereka ketahui, sebagian besar menjawab bahwa mereka tidak mempunyai pilihan atau mengatakan bahwa or 'orang luar' yang melakukan penebangan dan perburuan liar. Sebagai contoh: dulu masyarakat biasa berburu babi hutan, tetapi babi hutan telah habis karena perburuan berlebihan. Seorang responden berkata: “Seperti itulah kami, kami memakannya sampai habis dan selanjutnya kami mencari yang lain untuk dimakan!”.
  • Sebagian besar masyarakat mengatakan hidup mereka menjadi lebih sulit dalam 5 hingga 10 tahun terakhir. Mereka memerlukan lebih banyak uang sekarang, tidak hanya untuk membeli barang-barang seperti sabun, minyak tanah dan korek api, tetapi khususnya untuk menyekolahkan anak-anak. Mereka berharap pendidikan akan membantu anak-anak mereka meraih masa depan yang lebih baik terutama di kota.
  • Masyarakat mengetahui adanya tradisi lama dan pantangan yang berkaitan dengan hutan, tetapi mereka mengatakan bahwa sekarang kepercayaan semacam itu tidak diperlukan lagi khususnya oleh kalangan usia muda. Beberapa pantangan menyangkut jenis-jenis yang terancam, seperti simpanse dan gorila. Menurut legenda masyarakat lokal, dahulu gorila adalah pelindung bagi warga desa tetapi melihat gorila dianggap sebagai pertanda buruk. Simpanse juga menjadi pertanda buruk jika terlihat atau terdengar seperti menangis sehingga sebaiknya dihindari.
  • Satu jenis kayu yang sangat berharga dan merupakan pohon yang mengandung bahan obat-obatan adalah Guibourtia tessmannii. Masyarakat percaya bahwa jenis itu sebaiknya tidak didatangi, ditebang, kecuali oleh pemuka masyarakat dan pada kondisi tertentu. Para misionaris terdahulu yang datang untuk mewartakan Injil di daerah ini membuat suatu pandangan yang secara sistematis mengubah kepercayaan tersebut dengan menunjukkan bahwa hal itu tidak berpengaruh apapun. Namun, praktek semacam itu masih tetap ada dan mungkin lebih banyak daripada yang diakui secara terbuka.

    Menurut aturan dalam tradisi, wanita biasa bercocok tanam tetapi kelompok wanita muda mulai tertarik untuk beternak. Dibandingkan generasi yang lebih muda, kelompok masyarakat berusia tua lebih terfokus pada tumbuhan liar. Kelompok pria, baik tua maupun muda, lebih suka berburu untuk memperoleh kebutuhan daging.

 

 

  • Disamping kepentingan pertanian secara nyata, survei petak ukur dan pelatihan me- rangking spesies menunjukkan bahwa banyak sekali jenis-jenis di dalam hutan yang penting bagi mata pencaharian masyarakat. Informasi lebih lengkap tentang hal ini akan tersedia setelah analisis dilanjutkan.
  • Sulit untuk melibatkan perempuan dalam kegiatan di lapangan. Mereka merasa hal itu akan menyita waktu mereka bekerja di ladang dan bahwa mereka tidak tahu banyak. Hal ini sehubungan dengan fakta bahwa perempuan yang lahir di desa tersebut semuanya pergi untuk menikah. Jadi, semua istri (atau janda) di desa tersebut berasal dari kelompok lain.

kembali ke atas