Metode
Kamerun
Survei di Kamerun sangat mirip dengan pendekatan MLA yang dikembangkan
di Kalimantan (lihat deskripsi di atas). Dalam beberapa hal ada
perubahan. Sampel tanah dan analisis tidak dilakukan untuk proyek skala kecil ini. Namun
demikian, pandangan informan lokal tentang tanah dikumpulkan dengan menggabungkan
pertanyaan-pertanyaan ke dalam wawancara tentang deskripsi daerah setempat.
Dalam kegiatan pemetaan, masyarakat dipisahkan ke dalam dua kelompok;
pria dan wanita, dengan mengabaikan umur. Orang muda, yang menghabiskan sebagian besar
waktu mereka untuk bersekolah di Yaoundé, memaknai kegiatan pemetaan sebagai sebuah unsur
pembelajaran mengenai desa mereka.
Tim yang bekerja di Kalimantan menciptakan suasana informal dengan
menyediakan kopi/teh dan biskuit selama wawancara dan kegiatan memberi skor. Hal ini
terbukti sulit dilakukan di Nkolbibanda, karena makanan ringan dianggap hanya untuk
anak-anak, seperti halnya minuiman tanpa alkohol. Bagaimanapun, minuman dan kadang-kadang
makanan biasanya tetap disediakan setelah pertemuan.
kembali ke atas
|