Metode
Bolivia
Ditinjau dari isi dan pendekatan secara umum, metode yang dipergunakan
di Bolivia sangat mirip dengan yang di Indonesia (lihat deskripsi di
atas). Satu-satunya tambahan kecil adalah kegiatan memberi skor (scoring) yang
dilakukan anak-anak secara terpisah.
Anak-anak berpartisipasi dengan menggambar kartu yang digunakan dalam
kegiatan memberi skor untuk jenis-jenis lahan dan hasil-hasil hutan. Kegiatan ini pertama
kali dilakukan dengan seluruh masyarakat desa dan berikutnya dengan kelompok-kelompok
terpisah yang salah satunya adalah kelompok anak-anak.
Sebuah contoh kartu yang menggambarkan
sunber daya yang bernilai tinggi, digambar oleh anak-anak. Arroz = padi; 2 varica en venta
= 2 barrel (Brazil nuts) untuk dijual; hanta = tapir
Tambahan lain yang menarik untuk metode ini adalah perbandingan hasil
mengenai kelimpahan jenis dengan data resmi dari pihak berwenang yang juga ikut
berpartisipasi dalam kegiatan survei.
kembali ke atas
Kamerun
Survei di Kamerun sangat mirip dengan pendekatan MLA yang dikembangkan
di Kalimantan (lihat deskripsi di atas). Dalam beberapa hal ada
perubahan. Sampel tanah dan analisis tidak dilakukan untuk proyek skala kecil ini. Namun
demikian, pandangan informan lokal tentang tanah dikumpulkan dengan menggabungkan
pertanyaan-pertanyaan ke dalam wawancara tentang deskripsi daerah setempat.
Dalam kegiatan pemetaan, masyarakat dipisahkan ke dalam dua kelompok;
pria dan wanita, dengan mengabaikan umur. Orang muda, yang menghabiskan sebagian besar
waktu mereka untuk bersekolah di Yaoundé, memaknai kegiatan pemetaan sebagai sebuah unsur
pembelajaran mengenai desa mereka.
Tim yang bekerja di Kalimantan menciptakan suasana informal dengan
menyediakan kopi/teh dan biskuit selama wawancara dan kegiatan memberi skor. Hal ini
terbukti sulit dilakukan di Nkolbibanda, karena makanan ringan dianggap hanya untuk
anak-anak, seperti halnya minuiman tanpa alkohol. Bagaimanapun, minuman dan kadang-kadang
makanan biasanya tetap disediakan setelah pertemuan.
kembali ke atas
|