Last updated April 2010 
 
Versi cetak | Sitemap

Latar Belakang/Filosofi

CIFOR bekerjasama dengan sejumlah lembaga mitra telah mengembangkan metode untuk menilai 'apa saja yang penting' bagi masyarakat yang tinggal di lanskap hutan tropis. Dikenal sebagai ‘MLA' (Multidisciplinary Landscape Assessment), pendekatan ini menambah pemahaman di kalangan praktisi pembangunan, pembuat kebijakan dan masyarakat di sekitar hutan. Hasil yang diharapkan adalah keputusan-keputusan yang lebih berbobot dalam hal kebijakan, pemanfaatan lahan, dan pembayaran untuk jasa keanekaragaman hayati, yang akan meningkatkan upaya konservasi hutan, melindungi kebutuhan masyarakat lokal dan lebih jauh pengelolaan hutan tropis yang lebih bijaksana.

Masyarakat pinggiran dan miskin seringkali menderita kerugian akibat adanya beberapa keputusan yang mengganggu keanekaragaman hayati di hutan. Hal ini disebabkan masyarakat tersebut merupakan pengambil keuntungan yang paling utama dari sekian banyak barang dan jasa dari hutan. Intervensi pihak luar yang mempengaruhi lanskap hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya jarang bisa diantisipasi dengan baik.

Agar kebutuhan dan kepentingan masyarakat lokal bisa tetap terpenuhi, para pembuat kebijakan memerlukan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan di daerah setempat. Hanya berbicara dengan masyarakat lokal mungkin bisa memberi masukan, tetapi hal itu tidak selalu mudah. Lebih jauh, para pembuat kebijakan jarang melibatkan diri mereka untuk berkonsultasi dengan masyarakat di daerah terpencil.

Untuk mengarah pada hal-hal yang berkaitan dengan konservasi, ada gunanya untuk bertanya "Apa yang perlu dilindungi dan bagaimana?". Tetapi jawabannya akan tergantung pada siapa yang ditanya. Prioritas konservasi global saat ini cenderung mencerminkan aturan yang berlaku di negara barat daripada kepentingan masyarakat lokal yang tergantung pada hutan. Hal ini bisa menimbulkan konflik yang tidak berarti bagi upaya konservasi. Adalah mungkin untuk menemukan agenda bersama dan merundingkan jalan keluar di antara kepentingan yang berbeda melalui proses yang demokratis serta mengidentifikasi peluang-peluang konservasi yang baru.

Kelompok keanekaragaman hayati di CIFOR memfokuskan diri pada penelitian dan pengembangan perangkat yang bisa mengukur nilai-nilai keanekaragaman hayati dari perspektif masyarakat terpencil di hutan. Penghargaan terhadap prioritas dan kebutuhan masyarakat lokal akan meningkat. Dengan mengenali manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh di lanskap hutan tropis serta mengetahui hambatan-hambatan di tingkat lokal yang ditimbulkan akibat kebijakan dan strategi pengelolaan yang kurang memadai merupakan sebuah langkah awal untuk mendorong pada pilihan yang lebih baik. Dengan menyampaikan hubungan di tingkat lokal ini diharapkan para pembuat kebijakan menjadi lebih paham dan tidak akan mengabaikan kebutuhan masyarakat lokal.