Latar Belakang/Filosofi
CIFOR bekerjasama dengan
sejumlah lembaga mitra telah mengembangkan metode untuk menilai 'apa saja yang penting'
bagi masyarakat yang tinggal di lanskap hutan tropis. Dikenal sebagai MLA'
(Multidisciplinary Landscape Assessment), pendekatan ini menambah pemahaman di kalangan
praktisi pembangunan, pembuat kebijakan dan masyarakat di sekitar hutan. Hasil yang
diharapkan adalah keputusan-keputusan yang lebih berbobot dalam hal kebijakan, pemanfaatan
lahan, dan pembayaran untuk jasa keanekaragaman hayati, yang akan meningkatkan upaya
konservasi hutan, melindungi kebutuhan masyarakat lokal dan lebih jauh pengelolaan hutan
tropis yang lebih bijaksana.
Masyarakat pinggiran dan miskin seringkali menderita
kerugian akibat adanya beberapa keputusan yang mengganggu keanekaragaman hayati di hutan.
Hal ini disebabkan masyarakat tersebut merupakan pengambil keuntungan yang paling utama
dari sekian banyak barang dan jasa dari hutan. Intervensi pihak luar yang mempengaruhi
lanskap hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya jarang bisa diantisipasi dengan baik.
Agar kebutuhan dan kepentingan masyarakat lokal bisa tetap terpenuhi,
para pembuat kebijakan memerlukan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan di daerah
setempat. Hanya berbicara dengan masyarakat lokal mungkin bisa memberi masukan, tetapi hal
itu tidak selalu mudah. Lebih jauh, para pembuat kebijakan jarang melibatkan diri mereka
untuk berkonsultasi dengan masyarakat di daerah terpencil.
Untuk mengarah pada hal-hal yang berkaitan dengan konservasi, ada
gunanya untuk bertanya "Apa yang perlu dilindungi dan bagaimana?". Tetapi
jawabannya akan tergantung pada siapa yang ditanya. Prioritas konservasi global saat ini
cenderung mencerminkan aturan yang berlaku di negara barat daripada kepentingan masyarakat
lokal yang tergantung pada hutan. Hal ini bisa menimbulkan konflik yang tidak berarti bagi
upaya konservasi. Adalah mungkin untuk menemukan agenda bersama dan merundingkan jalan
keluar di antara kepentingan yang berbeda melalui proses yang demokratis serta
mengidentifikasi peluang-peluang konservasi yang baru.
Kelompok keanekaragaman hayati di CIFOR memfokuskan diri pada penelitian dan
pengembangan perangkat yang bisa mengukur nilai-nilai keanekaragaman hayati dari
perspektif masyarakat terpencil di hutan. Penghargaan terhadap prioritas dan kebutuhan
masyarakat lokal akan meningkat. Dengan mengenali manfaat dan keuntungan yang bisa
diperoleh di lanskap hutan tropis serta mengetahui hambatan-hambatan di tingkat lokal yang
ditimbulkan akibat kebijakan dan strategi pengelolaan yang kurang memadai merupakan sebuah
langkah awal untuk mendorong pada pilihan yang lebih baik. Dengan menyampaikan hubungan di
tingkat lokal ini diharapkan para pembuat kebijakan menjadi lebih paham dan tidak akan
mengabaikan kebutuhan masyarakat lokal.
|