| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Beberapa Hasil dan Contoh PengalamanMeskipun analisis masih terus dilakukan, namun dari beberapa survei yang berbeda sudah diperoleh sejumlah hasil termasuk di antaranya database, laporan, model, dan 'pelajaran' secara umum. INDONESIAKalimantan Ringkasan hasil Lima kelas hasil dari survei di Malinau, Kalimantan adalah:
1. Konteks Biofisik Survei di lapangan mencakup 200 contoh atau sampel lokasi, mulai dari ladang hingga hutan hujan yang masih perawan.
Database dari survei lapangan bisa
di-download.
Grafik di bawah ini menunjukkan persentase per-plot dari seluruh spesies yang bernilai atau berguna yang dicatat berdasarkan tipe lokasi menurut informan Merap dan Punan. Tanda bulat menunjukkan nilai tengah sedangkan tanda garis menandakan nilai tertinggi dan terendah untuk masing-masing tipe lokasi yang diberikan oleh masing-masing informan.
Disamping data-data mengenai pohon, herba, tumbuhan pemanjat, dan kelompok tumbuhan lain yang beragam, beberapa daftar burung, mamalia, reptil, amfibi, ikan, dan beragam hewan invertebrata telah dihasilkan dari studi keanekaragaman hayati yang dilakukan CIFOR di daerah tersebut. Daftar-daftar ini diperoleh berdasarkan pengamatan ekstensif dan koleksi serta informasi dari masyarakat lokal. Dari beberapa taxa yang berhasil dikumpulkan, kemungkinan sejumlah di antaranya merupakan jenis baru. 2. Kesukaan lokal Kegiatan memberi skor dengan Metode Distribusi Kerikil (Pebble Distribution Method = PDM) menunjukkan bagaimana masyarakat lokal memberikan skor untuk mengetahui seberapa penting hutan dibandingkan dengan jenis lahan yang lain baik secara umum maupun untuk nilai-nilai dan kepentingan khusus (lihat penjelasan kode di bawah tabel). Di bawah ini adalah ringkasan skor dari ketujuh kelompok masyarakat, pria dan wanita, tua dan muda, Merap dan Punan. Kecuali untuk rekreasi', hutan memperoleh skor tertinggi di seluruh kategori.
Penjelasan dalam penggunaan kode kelas:
PDM juga mengungkapkan bagaimana masyarakat membandingkan arti penting sumber daya yang liar dan yang ditanam/dipelihara baik tumbuhan maupun binatang. Gambar di bawah ini membedakan hasil yang diperoleh di dua dari tujuh kelompok masyarakat.
Di Long Jalan,para pria bekerja terutama sebagai pengumpul gaharu dan berburu binatang liar namun jarang atau tidak memiliki lahan yang sesuai untuk bercocok tanam sehingga beras harus dibeli. Di Langap, para petani lebih maju dan menanam sendiri sebagian besar kebutuhan makanan mereka, dan mempunyai cukup waktu untuk memelihara binatang selain ayam. Para pemuda di Langap bahkan suka berburu binatang liar di hutan. Serangkaian kombinasi kegiatan memberi skor yang lebih mendalam bisa dilakukan untuk mengidentifikasi 'jenis-jenis yang paling penting', baik tumbuhan maupun binatang. Jika jenis-jenis tersebut dikombinasikan dengan informasi ekologi, nilai konservasi serta ancaman yang ada, hasilnya merupakan sebuah perangkat yang sangat berguna untuk membuat prioritas rencana konservasi dan sebagai pedoman untuk penelitian di masa datang. Database jenis tumbuhan dan binatang dari kegiatan PDM bisa di-download dari website ini. 3. Metode Kami mempertimbangkan serangkaian metode yang kami kembangkan juga sebagai hasil kerja kami. Saat ini kami sedang mempromosikan penggunaan pendekatan ini untuk survei keanekaragaman hayati dengan membuat terjemahan dalam Bahasa Indonesia, Spanyol, dan Perancis. (lihat di publikasi) 4. Saran Peraturan pemerintah mengenai penebangan (TPTI, Tebang Pilih Tanam Indonesia) menganjurkan perusahaan kayu untuk membabat semua tumbuhan bawah dan pemanjat secara berulang-ulang (termasuk jenis-jenis yang berguna seperti rotan dan tanaman obat), untuk mempercepat proses regenerasi. Survei kami menunjukkan bahwa banyak nilai yang bermanfaat untuk masyarakat lokal di hutan yang sudah ditebang menjadi hilang akibat praktek ini, dan keanekaragaman hayati berkurang, sementara keuntungan dari aspek silvikulturnya pun diragukan. Tampaknya akan lebih bijaksana untuk meninjau ulang kebijakan ini. Reduced Impact Logging (RIL) atau pembalakan berdampak rendah memerlukan perencanaan jalan dan jalur sarad yang cermat. Salah satunya adalah dengan pembuatan jalan di sepanjang punggung bukit dimana tumbuh jenis sagu yang bermanfaat (Eugeissona utilis), yang merupakan sumber makanan utama di saat paceklik. Peraturan mengenai RIL seharusnya disesuaikan agar lebih memperhatikan sumberdaya lokal yang penting ini. Perlindungan tempat-tempat khusus seperti kuburan di dalam hutan dan mata air asin yang penting bagi satwa liar bisa bermanfaat baik untuk kepentingan masyarakat lokal maupun kelangsungan keanekaragaman hayati. Hal ini hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan untuk mencapai situasi yang saling menguntungkan. 5. Penelitian dan pengembangan yang lebih lanjut Ekstrapolasi spasial dari hasil survei ini masih belum jelas. Oleh karena itu, sebuah studi kasus yang dilakukan oleh Resilience Alliance dipersiapkan untuk menerapkan pendekatan spasial yang dipakai di Mozambik (lihat di metode Moz) ke daerah di sekitar Lio Mutai, salah satu lokasi survei yang terpencil. Laporan dari studi kasus ini sedang dalam penyelesaian. Tindak lanjut yang lain dari kegiatan ini adalah penyampaian kembali hasil-hasil penelitian kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Daripada sebuah laporan tertulis, kami memilih untuk membuat satu set yang terdiri dari empat poster mengenai "Apa yang penting bagi kami (=masyarakat lokal) di lanskap (=setempat) ini?", dengan banyak gambar, ilustrasi berwarna dan beberapa teks singkat dan sederhana. Kami telah mengadakan beberapa pertemuan dengan masyarakat untuk meyakinkan bahwa mereka setuju dengan apa yang telah mereka kemukakan. Di dalam poster, kami juga mencantumkan beberapa fakta mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia dan Kalimantan yang begitu banyak dan hasil analisa tanah yang merupakan bagian dari survei tersebut. Dari kesemuanya itu, kami berharap bahwa informasi ini akan dipertimbangkan oleh para pembuat keputusan dalam proses perencanaan pemanfaatan lahan selanjutnya di kabupaten baru tersebut. |