Dari partisipasi ke inklusi: Pembelajaran dari desain dan pelaksanaan proyek pembangunan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Dari partisipasi ke inklusi: Pembelajaran dari desain dan pelaksanaan proyek pembangunan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Pesan utama

  • Secara legal formal, partisipasi adalah bagian dari proses pembangunan di Indonesia, namun pelaksanaannya di masyarakat masih jauh dari harapan. Partisipasi masyarakat penting untuk memastikan bahwa pembangunan mencapai hasil yang adil, merata dan berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap perubahan sosial dan memberdayakan masyarakat.
  • Kendala pelaksanaan partisipasi termasuk proses pembentukan kelompok masyarakat yang sekadar memenuhi persyaratan resmi, penunjukan pengurus kelompok berdasarkan hubungan kekeluargaan dan kedekatan perorangan, proyek yang ‘diserahkan’ kepada masyarakat tanpa melibatkan masyarakat dari awal perencanaan, atau meskipun ada konsultasi dengan masyarakat, usulan/aspirasi belum tentu ditanggapi.
  • Upaya meningkatkan efektivitas partisipasi dalam proses pembangunan memerlukan pelibatan (inklusi) semua pihak. Untuk itu dibutuhkan adanya sumber dan saluran untuk memperoleh informasi yang beragam, mekanisme umpan balik, dan forum terbuka yang memungkinkan terjadinya proses pertukaran informasi, perencanaan dan pembahasan program pembangunan secara bersama-sama dengan masyarakat.

Authors: Daeli, W.; Tauhid, K.; Maharani, C.; Moeliono, M.; Bong, I.W.

Topic: social forestry, equity, development, social participation, community involvement

Geographic: Indonesia

Series: CIFOR Infobrief no. 164

Pages: 8p

Publisher: Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, Indonesia

Publication Year: 2016

DOI: 10.17528/cifor/006336


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Altmetric score:

Download Option:

Export Citation

Related viewing

Top