Konflik perusahaan-masyarakat di sektor perkebunan industri Indonesia

Konflik perusahaan-masyarakat di sektor perkebunan industri Indonesia

Pesan inti

  • Persaingan klaim lahan merupakan penyebab utama konflik antara masyarakat dan perusahaan di kebanyakan konflik lahan perkebunan industri.
  • Konflik terwujud dalam berbagai bentuk. Masyarakat kerap melakukan protes fisik dan kampanye media, sedangkan perusahaan kerap menghindari dialog dan menggunakan jasa satuan pengaman untuk menekan konflik.
  • Keterlibatan satuan pengaman harus diatur. Sejumlah kasus yang melibatkan satuan pengaman eksternal memakan korban 32% lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus-kasus yang tidak melibatkan satuan pengaman eksternal. Dalam kasus yang disertai kekerasan, sebagian besar dilakukan oleh atau ditujukan kepada personil keamanan, pasukan tentara dan polisi. Namun, kami tidak dapat membedakan apakah keterlibatan mereka ada di suatu konflik yang sudah tereskalasi, atau apakah mereka yang menyebabkan konflik tereskalasi menjadi kekerasan.
  • Mediasi sering disalahtafsirkan dan diimplementasikan secara buruk. Namun, berbagai usaha sedang dilakukan oleh aktor pemerintah dan non-pemerintah untuk membangun kapasitas dalam prinsip dan praktik mediasi.
  • Lebih banyak usaha harus dilakukan untuk mendorong komunikasi antara pihak yang berkonflik dan untuk memberikan layanan mediasi profesional di tahap awal konflik. Untuk konflik-konflik yang telah tereskalasi ke tingkat kekerasan fisik, berbagai usaha untuk mengubah bagaimana konflik diekspresikan, atau diperlukan adanya intervensi eksternal untuk menegakkan solusi yang mungkin paling sesuai.
  • Walaupun pemerintah mendukung terciptanya komunikasi antara berbagai pihak berkonflik, konflik sendiri tidak semestinya dimediasi oleh pemerintah, karena pemerintah sendiri adalah aktor dari sebagian besar konflik (karena pemerintah mengeluarkan izin untuk lahan). Idealnya, layanan mediasi dapat disediakan oleh para mediator profesional yang menjadi bagian dari Impartial Mediators Network atau terdaftar pada Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Kamar Dagang dan Industri.

Authors: Persch-Orth, M.; Mwangi, E.

Topic: land tenure, conflict, plantation, community forestry, local communities, palm oils

Geographic: Indonesia

Series: CIFOR Infobrief no. 144

Publisher: Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, Indonesia

Publication Year: 2016

DOI: 10.17528/cifor/006144


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Altmetric score:


Export Citation

Related viewing

Top