Menunggang badai: Untaian kehidupan, tradisi dan kreasi aktor mebel Jepara

Menunggang badai: Untaian kehidupan, tradisi dan kreasi aktor mebel Jepara

Perdagangan mebel dunia berkembang sangat pesat dan mencapai hampir 1,4 milyar dolar AS pada tahun 2010. Mebel dari kayu jati dan mahoni paling diminati di dunia karena alasan kekuatan dan estetika, dan Indonesia sebagai salah satu pemasok terbesar dunia, sangat berkepentingan dengan keberlanjutan industri mebel ini karena penyerapan tenaga kerja yang besar, teknologi yang relatif dikuasai, dan bernilai ekonomi tinggi. Mebel jati juga merupakan catatan budaya dari peradaban masyarakat terutama masyarakat Jepara yang telah menjadikannya tradisi sejak berabad lalu, dan berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara tahun 2010 Jepara diperkirakan menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia . Dengan didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dan dilaksanakan sejak tahun 2008 hingga 2013 yang akan datang, CIFOR bekerjasama dengan para pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan akademis telah melakukan penelitian kaji tindak (action research) rantai nilai mebel (Furniture Value Chain (FVC) Project). Penelitian kaji tindak mencakup rangkaian refleksi, perencanaan, tindakan dan pemantauan yang dilakukan berulang-ulang . “Refleksi” merupakan pengkajian dan pemahaman yang dalam tentang mebel Jepara. Sedangkan “perencanaan” menggambarkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengrajin Jepara. Perencanaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan “tindakan” nyata di lapangan, serta dilakukan “pemantauan” atas dampak dari tindakan tersebut. Di dalam buku ini diungkapkan pengalaman pribadi para pelaku industri mebel. Mereka adalah pengrajin kecil independen, kelompok pengrajin kecil, penggiat sosial, pemilik perusahaan besar dan pejabat pemerintah. Dari cerita-cerita tersebut diharapkan kita dapat mengambil pelajaran untuk meningkatkan keberlangsungan industri mebel di Jepara. Ini dilakukan tidak hanya karena alasan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetapi juga karena alasan budaya dan kegigihan masyarakat mempertahankan karya dan peradaban mereka.

Authors: Purnomo, H.; Irawati, R.H.; Melati; eds.

Topic: teak,furniture,livelihoods

Pages: 155p.

Publisher: Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, Indonesia

Publication Year: 2011

ISBN: 978-602-8693-24-0

DOI: 10.17528/cifor/003311


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Altmetric score:

Download Option:

Export Citation

Related viewing

Top