Kemiskinan dan desentralisasi di Kutai Barat: dampak otonomi daerah terhadap kesejahteraan Dayak Benuaq

Kemiskinan dan desentralisasi di Kutai Barat: dampak otonomi daerah terhadap kesejahteraan Dayak Benuaq

Laporan penelitian ini menyajikan hasil penelitian lapangan yang dilakukan di Kutai Barat, Kalimantan Timur sebagai bagian dari proyek Menjadikan Pemerintah Daerah Lebih Tanggap Terhadap Kemiskinan: Pengembangan Indikator dan Alat untuk Mendukung Pengembangan Penghidupan yang Berkelanjutan dalam Desentralisasi yang didanai CIFORBMZ. Laporan menunjukkan bahwa dampak otonomi daerah terhadap kesejahteraan Dayak Benuaq, masyarakat yang bergantung pada hutan, kelompok mayoritas masyarakat di Kutai Barat. Laporan ini menyajikan persepsi masyarakat Dayak Benuaq tentang kemiskinan dan kesejahteraan, mendokumentasikan perubahan yang terjadi setelah desentralisasi dan menjelaskan hubungan sebab akibat di balik proses-proses yang sedang berlangsung sambil
memahami keterkaitannya dengan otonomi daerah.

Authors: Haug, M.

Topic: forest resources,decentralization,local government,ethnic groups,traditional society,community forestry,poverty,wellbeing,rural welfare,perception,conflict,socioeconomics

Geographic: East Kalimantan,Indonesia

Pages: 48p.

Publisher: Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, Indonesia

Publication Year: 2007

ISBN: 978-979-1412-46-9

DOI: 10.17528/cifor/002359


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Altmetric score:


Export Citation

Related viewing

Top