In English versi cetak

Instrumen » Pengendalian Internal » EITI
EITI (Extractive Industries Transparencies Initiative)

EITI merupakan satu standar global yang bersifat sukarela untuk mendorong keterbukaan pendapatan pendapatan pada tingkat lokal, yakni negara. Standar yang disusun oleh EITI mendorong pemerintah, industri ekstraktif, masyarakat madani, serta investor dan lembaga internasional untuk bekerja sama mengembangkan satu kerangka kerja yang disetujui mengenai keterbukaan informasi dalam penerimaan dan pembayaran dari industri ekstraktif.

EITI telah mengembangkan satu metodologi yang simpel namun akurat untuk mengawasi dan menyamakan antara pembayaran dari perusahaan dengan penerimaan negara. Hal ini dimaksudkan agar penerimaan negara tersebut dapat dipergunakan dalam cara dan tujuan yang efektif dan tepat sasaran dan menghindari resiko terjadinya penyalahgunaan dana yang didapat dari sektor industri ekstraktif.

Ketika pertama kali EITI diluncurkan oleh PM Tony Blair pada saat konferensi internasional "the World Summit for Sustainable Development" di Johannesburg, Afrika Selatan, September 2002, yang dimaksud dengan sektor industri ekstraktif masih terbatas pada sektor hidrokarbon dan/atau mineral. Bahkan EITI ini awalnya hanya mencakup sektor minyak saja, sebelum diperluas ke sektor tambang.

Perluasan sektor terjadi pada tahun 2005, Ketika Liberia, pada saat berkomitmen untuk menjalankan EITI,  memutuskan memperluas kembali wilayah sasaran EITI dengan cara memasukkan sektor kehutanan. Alasan Liberia berdasarkan pada fakta historis dimana di masa lalu, sektor kehutanan ini menjadi sumber kolusi pemerintah dan pengusaha sehingga sangat merugikan negara yang ujungnya adalah lemahnya pemerintahan Liberia. Bukan hanya itu, banyak fakta menunjukkan bahwa dari hasil penjualan kayu itu digunakan untuk membeli senjata yang memperparah perang saudara di Liberia; yang karena alasan ini pula, Dewan Keamanan PBB pada tahun 2003 memberi sanksi pada perdagangan kayu dari Liberia. [baca the report].

Inisiatif Liberia itu kemudian dikuti pula oleh beberapa negara yang menjadi negara kandidat EITI, seperti Kongo dan Ghana. Pada tahun 2007, Ghana membuka diskusi untuk memperluas penerapan EITI pada sektor kehutanan; namun pada tahun 2008, diputuskan EITI Ghana hanya akan mencakup sektor hidrokarbon dan mineral. Sampai sekarang, baru Liberia yang benar-benar memasukkan sektor kehutanan dalam laporan EITI-nya [baca progress report of EITI dan First EITI Report of Liberia ]

Selengkapnya di EITI.......

 

Kembali ke Instrumen Kontrol Internal................