In English versi cetak

Berita dan Acara » Acara
Acara

Kelompok Diskusi Terbatas: Peran perbankan dalam pengurangan deforestasi dan pembalakan liar

Edelweiss Room, Santika Hotel, Bogor
Selasa, 19 November 2009, 09.00 – 15.00
Penyelenggara CIFOR
Moderator: Anna Sinaga
Pembicara: Bambang Setiono, Evi Alkaviati

Evi Alkaviati (Bank Indonesia)  menyatakan bahwa BI sebagai pihak regulator telah mengatur mengenai penerapan Anti Pencucian Uang. Penerapan CDD dan EDD merupakan aktivitas yang dilakukan untuk pelaksanaan KYC. Menurut Bambang Setiono (CIFOR), perbankan harus mengidentifikasi berbagai izin dari perusahaan kehutanan dan juga struktur perusahaan.  Orang yang terkait dengan pengeluaran izin kehutanan harus masuk dalam PEP. Perusahaan kelapa sawit sebaiknya masuk dalam high risk customer.....................


Pertemuan konsultasi tentang pendekatan penegakan hukum terpadu - membangun pendekatan yang efektif dan efisien dalam pengurangan pembalakan liar dan deforestasi

Bulungan Room, CIFOR Office, Bogor
Friday, 23 October 2009, 09.00 – 15.00
Organized By CIFOR
Moderator: Anna Sinaga
Speakers: Bambang Setiono, Dwi Hartoyo.

Di awal acara, Anna Sinaga mewakili CIFOR mempresentasikan sekilas mengenai ILEA dan juga progress dari kegiatan penelitian CIFOR serta yang akan dilakukan ke depannya. Acara dilanjutkan tentang presentasi panduan bagaimana menangani kasus korupsi dan pencucian uang di bidang kehutanan khususnya illegal logging. Menurut Bambang Setiono, korupsi dan pencucian bagaikan dua sisi mata uang. Kegiatan kehutanan melibatkan kegiatan bisnis legal, namun yang menjadi masalah adalah kesulitan membedakan legal dan legal. Terlihat dari banyaknya kasus-kasus yang tidak terbukti di pengadilan. Sedangkan Dwi Hartoyo menjelaskan audit di sektor kehutanan. Jika hilangnya hutan bisa terpotret dengan bagus maka pihak auditor bisa melakukan audit dengan lebih cepat dan tim penyelidik bisa lebih cepat juga melakukan tugas...................
 


Seminar penegakan hukum terpadu dalam penanganan kasus “illegal logging” (integrated law enforcement approach)
Tempat          : Hotel Pacific, 17 Desember 2008
Penyelenggara: IHSA - CIFOR
Tujuan:  Mendapatkan informasi perkembangan penanganan kasus penegakan hukum illegal logging di Kalimantan Timur dari sumber yang kompeten; Memperkenalkan ILEA model untuk Penegakan Hukum Kasus Ilegal Logging; Mendapatkan masukan, saran dan informasi untuk menyempurnakan ILEA model.

Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini; Adanya masukan mengenai perkembangan penanganan hukum Kasus Illegal Logging; ILEA model menjadi salah satu pilihan untuk menangani kasus kasus Illegal Logging; Mendapatkan masukan dari Peserta dalam penyempurnaan ILEA model.

Lihat Notulen Seminar
 


Konferensi Internasional Anti Korupsi ke 13

Athena, Yunani, 30 Okt. - 2 Nov. 2008
 

Tema: Transparansi Global: Perlawanan terhadap Korupsi untuk Keberlanjutan Masa Depan. Konferensi ini didesain dengan 4 tema umum dan terdiri dari 40 Workshop yang dikelompokkan berdasarkantema utama. Tema korupsi kehutanan termasuk kategori tema yang kedua "Korupsi di Sektor sumber daya alam dan energi" .

Untuk selengkapnya lihat di 13iacc.org.

Bambang Setiono, dari CIFOR, menghadiri konferensi tersebut dan memberikan presentasi sebagai panelis dalam "Workshop 3.4 Beating the ‘Resource Curse', Where Next for Development Cooperation?"  dan "Workshop 5.3 Forest Governance and Corruption: Preventing Illegal and Unsustainable Deforestation".

Silakan hubungi  ILEA  untuk mendapatkan makalah.

 


Workshop GIS Auditor BPK untuk audit lingkungan

Pelaksanaan: Pusdiklat BPK Kalibata Jakarta, 21-25 Januari 2008

Center for International Forestry Research (CIFOR) bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan Workshop GIS untuk Audit Lingkungan. Workshop tersebut dibuka pada tanggal 21 Januari 2008 oleh Anggota IV BPK, DR. Ir. Herman Widayananda S.E., M.Si. Workshop GIS dilaksanakan di Pusdiklat BPK Kalibata, Jakarta.

Dalam sambutannya, Angggota IV mengatakan bahwa dengan workshop ini, maka diharapkan para pemeriksa khususnya di bidang lingkungan, dapat melaksanakan tugas pemeriksaannya lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Selain itu pusdiklat harus melakukan follow up yang berkesinambungan terhadap diklat atau workshop untuk meningkatkan kemampuan pemeriksa dalam melaksanakan tugas audit dan pengembangan skill.

Turut hadir dalam pembukaan workshop, Tortama IV Hadi Priyatno, Kapusdiklat Kalibata Bambang Riyanto, Direktur BPPT Dr. Ir. Yusuf Sd, MSc. Workshop tersebut diikuti  37 peserta yang berasal dari AKN IV, Direktorat Litbang, AKN II, perwakilan BPK Pekanbaru, Pontianak, Jayapura, Palangkaraya dan Manokwari.

GIS merupakan sistem pemetaan wilayah yang terdiri dari software, hardware, data, dan personel untuk memanipulasi, menganalisis dan menyajikan informasi yang berhubungan dengan lokasi. Dengan mengetahui dan memahami proses GIS, maka pemeriksa akan memudahkan kinerjanya dalam memetakan wilayah entitas yang akan diperiksa, khususnya yang berhubungan dengan pemeriksaan lingkungan dan pemetaan wilayah.

Selengkapnya lihat di BPK