|
|
|
![]()
Kelompok Diskusi Terbatas: Peran perbankan dalam pengurangan deforestasi dan pembalakan liar
Edelweiss Room, Santika Hotel, Bogor Evi Alkaviati (Bank Indonesia) menyatakan bahwa BI sebagai pihak regulator telah mengatur mengenai penerapan Anti Pencucian Uang. Penerapan CDD dan EDD merupakan aktivitas yang dilakukan untuk pelaksanaan KYC. Menurut Bambang Setiono (CIFOR), perbankan harus mengidentifikasi berbagai izin dari perusahaan kehutanan dan juga struktur perusahaan. Orang yang terkait dengan pengeluaran izin kehutanan harus masuk dalam PEP. Perusahaan kelapa sawit sebaiknya masuk dalam high risk customer..................... Bulungan Room, CIFOR Office, Bogor Di awal acara, Anna Sinaga mewakili CIFOR mempresentasikan sekilas
mengenai ILEA dan juga progress dari kegiatan penelitian CIFOR serta yang akan
dilakukan ke depannya. Acara dilanjutkan tentang presentasi panduan bagaimana
menangani kasus korupsi dan pencucian uang di bidang kehutanan khususnya illegal
logging. Menurut Bambang Setiono, korupsi dan pencucian bagaikan dua sisi mata
uang. Kegiatan kehutanan melibatkan kegiatan bisnis legal, namun yang menjadi
masalah adalah kesulitan membedakan legal dan legal. Terlihat dari banyaknya
kasus-kasus yang tidak terbukti di pengadilan. Sedangkan Dwi Hartoyo menjelaskan
audit di sektor kehutanan. Jika hilangnya hutan bisa terpotret dengan bagus maka
pihak auditor bisa melakukan audit dengan lebih cepat dan tim penyelidik bisa
lebih cepat juga melakukan tugas................... Seminar penegakan hukum terpadu dalam penanganan kasus “illegal logging”
(integrated law enforcement approach) Konferensi Internasional Anti Korupsi ke 13 Athena, Yunani, 30 Okt. - 2 Nov. 2008 Tema: Transparansi Global: Perlawanan terhadap Korupsi untuk Keberlanjutan Masa Depan. Konferensi ini didesain dengan 4 tema umum dan terdiri dari 40 Workshop yang dikelompokkan berdasarkantema utama. Tema korupsi kehutanan termasuk kategori tema yang kedua "Korupsi di Sektor sumber daya alam dan energi" . Untuk selengkapnya lihat di 13iacc.org. Bambang Setiono, dari CIFOR, menghadiri konferensi tersebut dan memberikan presentasi sebagai panelis dalam "Workshop 3.4 Beating the ‘Resource Curse', Where Next for Development Cooperation?" dan "Workshop 5.3 Forest Governance and Corruption: Preventing Illegal and Unsustainable Deforestation". Silakan hubungi ILEA untuk mendapatkan makalah.
Workshop GIS Auditor BPK untuk audit lingkungan Center for International Forestry Research (CIFOR) bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan Workshop GIS untuk Audit Lingkungan. Workshop tersebut dibuka pada tanggal 21 Januari 2008 oleh Anggota IV BPK, DR. Ir. Herman Widayananda S.E., M.Si. Workshop GIS dilaksanakan di Pusdiklat BPK Kalibata, Jakarta. Dalam sambutannya, Angggota IV mengatakan bahwa dengan workshop ini, maka diharapkan para pemeriksa khususnya di bidang lingkungan, dapat melaksanakan tugas pemeriksaannya lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Selain itu pusdiklat harus melakukan follow up yang berkesinambungan terhadap diklat atau workshop untuk meningkatkan kemampuan pemeriksa dalam melaksanakan tugas audit dan pengembangan skill. Turut hadir dalam pembukaan workshop, Tortama IV Hadi Priyatno, Kapusdiklat Kalibata Bambang Riyanto, Direktur BPPT Dr. Ir. Yusuf Sd, MSc. Workshop tersebut diikuti 37 peserta yang berasal dari AKN IV, Direktorat Litbang, AKN II, perwakilan BPK Pekanbaru, Pontianak, Jayapura, Palangkaraya dan Manokwari. GIS merupakan sistem pemetaan wilayah yang terdiri dari software, hardware, data, dan personel untuk memanipulasi, menganalisis dan menyajikan informasi yang berhubungan dengan lokasi. Dengan mengetahui dan memahami proses GIS, maka pemeriksa akan memudahkan kinerjanya dalam memetakan wilayah entitas yang akan diperiksa, khususnya yang berhubungan dengan pemeriksaan lingkungan dan pemetaan wilayah. Selengkapnya lihat di BPK |