In English versi cetak

Berita dan Acara » Berita

Arsip Berita Januari 2010

Dilema kebijakan rehabilitasi hutan

Kompas, 20 Januari 2010 | 02:27 WIB

Faktor penghambat penuntasan kasus perusakan hutan antara lain terkait motif desakan ekonomi yang terlampau berat. Hal ini diperparah dengan belum ada kerangka kerangka kebijakan yang jelas dan terarah sehingga praktik perusakan hutan, baik resmi maupun tak resmi, terus berlangsung sampai sekarang.

Di Sumatera Selatan, misalnya, hal ini terlihat dari lambannya penanganan kasus penebangan liar dan perusakan di hutan Merang Kepayang, Musi Banyuasin.

Selain belum ada kesamaan persepsi antarpemangku kebijakan, langkah pemberantasan yang selama ini dilakukan hanya bersifat parsial dan belum menjawab masalah mendasar di lapangan...................

 


Pembalakan liar marak lagi
Media Indonesia, 13 Januari 2010 12:25 WIB


JAKARTA--MI: Menteri Kehutanan Zulkifil Hasan menerima laporan dari daerah tentang makin maraknya aksi pembalakan liar di beberapa wilayah. Seusai pencanangan penanaman pohon trembesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1) Zulkifli mengatakan laporan itu di antaranya berasal dari Lampung, Sumatra Utara dan Kalimantan Timur.

Bahkan, lanjut dia, pembalakan liar juga mulai terjadi di daerah miskin hutan seperti Jawa Timur. "Memang rupanya 'illegal logging' ini luar biasa. Mereka memperoleh kesempatan di sela-sela kelengahan kita," ujarnya.

Menhut menjelaskan, para pembalak liar menggunakan kesempatan di antara pergantian anggaran tahun 2009 dan 2010. Di masa pengalihan tersebut, menurut Zulkifili, petugas di lapangan memang belum berkunjung ke daerah-daerah rawan pembalakan liar karena belum ada anggaran..................

 


Menhut: Tak masuk akal ekspor kayu Malaysia nomor 9, RI kok nomor 13
Detik, 13/01/2010 17:43 WIB
 

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Pembalakan liar diakui luar biasa kendati deforestasi terus turun dari tahun ke tahun. Tidak sedikit hasil illegal logging diekspor ke luar negeri. Menhut Zulkifli Hasan pun heran mengapa ekspor kayu Indonesia bisa kalah dari Malaysia. "Anda bayangkan Malaysia itu eskpor kayunya nomor 9, kita 13, kan nggak masuk akal?" ujar Menhut Zulkifli Hasan.

Berikut wawancara wartawan dengan Menhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2009):

Bagaimana tentang illegal logging yang makin marak?

Ya memang rupanya illegal logging ini luar biasa. Mereka memperoleh kesempatan di sela-sela kelengahan kita. Kita memang anggaran tahun 2009 berakhir, kita masuk anggaran tahun 2010 yang baru, memang ada sela-sela.................

 


Pemkab Lebong jual karbon ke pengusaha Australia

Media Indonesia, 8 Januari 2010

LEBONG--MI: Kabupaten Lebong, Bengkulu, mulai 2010, menyiapkan sekitar 50 ribu hektare di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan hutan lindung untuk memproduksi karbon.

"Karbon dari Kabupaten Lebong tersebut nantinya akan ditawarkan ke pihak pengusaha tingkat internasional dalam rangka menekan iklim pemanasan global," kata Bupati Lebong Dalhadi Umar, Jumat (8/1). "Kami sudah memiliki mitra untuk memasarkan karbon dari daerah ini ke luar negeri. Namun, tahap awal, konpensasinya adalah mempertahankan kawasan hutan secara alami," kata Dalhadi.

Salah satu mitra Pemkab Lebong adalah pengusaha Australia untuk menjual karbon dari kawasan konservasi dan hutan lindung daerah ini dengan harga US$4-5 per ton. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Lebong secara aktif menyosialisasikan kepada warga di sekitar hutan agar menjaga kelestarian kawasan di daerah itu.............
 


Polhut Bireuen tahan tiga ton kayu llegal
Media Indonesia, 05 Januari 2010 10:20 WIB

BIREUEN--MI: Polisi Kehutanan (Polhut) Kabupaten Bireuen menahan sekitar tiga ton kayu ilegal di kawasan lereng bukit Desa Pulo Harapan, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kayu olahan dari berbagai jenis itu sebanyak 147 batang yang telah menjadi papan dan balok. Awalnya, masyarakat setempat menginformasikan adanya aktivitas pelaku illegal logging di kawasan hutan sekitar. Menanggapi laporan tersebut, pihak Dinas Kehutanan Perkebunan (Dishutbun), Bireuen, menugaskan personel polhut pos Kuta Blang untuk melakukan patroli.

Polhut langsung menuju lokasi Desa Pulo Harapan sekitar 12 km arah selatan jalan nasional Banda Aceh-Medan, Sumatra Utara. Hasil operasi tersebut, polhut menangkap satu unit truk colt diesel BL 8799 ZY berisi kayu tanpa dukumen yang dikemudikan oleh Zul, warga Lueng Daneuen, Peusangan Siblah Krueng............

 


Perusahaan terlibat pembalakan liar peroleh izin tebang
Media Indonesia, 03 Januari 2010 20:44 WIB

PEKANBARU-MI: Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau Zulkifli Yusuf menyayangkan kebijakan Departemen Kehutanan yang tetap mengeluarkan izin tebang kepada perusahaan industri kehutanan PT Ruas Utama Jaya (RUJ), yang terlibat kasus pembalakan liar.

"PT RUJ masih berkasus di Polda Riau karena dugaan pembalakan liar (illegal logging). Tapi entah mengapa tetap dikeluarkan izin tebang oleh Dephut," kata Zulkifli di Pekanbaru.

Zulkifli Yusuf menjelaskan, perusahaan dari grup Sinarmas Foresty tersebut diduga terlibat kasus pembalakan liar di Kabupaten Rokan Hilir. Menurut dia, kasus tersebut dalam proses penyidikan dan direktur perusahaan juga telah ditahan kepolisian......................
 


Polda Kaltim bongkar 242 kasus pembalakan liar
Media Indonesia, 2 Januari 2010

BALIKPAPAN--MI: Sepanjang 2009 di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi 242 kasus pembalakan liar (illegal logging).

"Dari 242 kasus, yang telah diselesaikan penyidikannya sebanyak 240 kasus dengan jumlah tersangka 280 orang," kata Kapolda Kaltim Irjen Mathius Salempang di Balikpapan, Jumat (1/1). Jika dibandingkan dengan 2008 dengan 230 kasus, ada penurunan sebanyak 12 kasus.

Adapun barang bukti dari kasus itu di antaranya kayu bulat sebanyak 13.614 batang, kayu olahan sebanyak 445 meter kubik, dan 70.962 potong, truk 54 unit, chain saw 24 unit, long boat 5 unit, kapal 28 unit, mobil 44 unit, dokumen 6 berkas, dump truck 6 unit, eskavator 15 unit, dan dozer 18 unit. Selain itu, gergaji 4 buah, bansaw 3 buah, jerigen 6 buah, traktor 1 unit, alat berat 4 unit, dan diesel 1 unit................



berita lain di ILEA....