In English versi cetak

Instrumen » Kepatuhan Perbankan » Kepatuhan Perbankan
Instrumen Kepatuhan Perbankan

Komponen kepatuhan perbankan akan memproses informasi yang diterima dari Komponen Internal Control dan Audit untuk menentukan indikator-indikator berikut :

  • Penerapan praktek-praktek baik (best practice) dalam transaksi keuangan yang berlaku secara internasional
  • Profil dari traksaksi keuangan nasabah
  • Laporan transakasi keuangan tunai
  • Tanda-tanda dini (red flag) untuk transaksi keuangan yang mencurigakan
  • Transaksi keuangan mencurigakan
Peraturan di Tingkat Nasional/Best Practices
  • Web portal Bank Indonesia's  dalam Prinsip Mengenal Nasabah dan Pencucian Uang
     
  • Surat Edaran Gubernur Bank Indonesia 3/10/PBI/2001 18 June 2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah
     
  • Surat Edaran Gubernur Bank Indonesia No. 7/58/DPBPR/2005 tentang Penilaian dan Pengenaan Sanksi atas Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah dan Kewajiban Lain Terkait dengan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang

selanjutnya.....

 

Peraturan di tingkat Internasional/Best Practices
  • The Equator Principles

    Prinsip ini pertama kali diinisiasikan oleh sejumlah kecil bank, bersama dengan IFC, yang bertemu di London pada Oktober 2002. Tema dalam pertemuan itu adalah membicarakan satu standar umum berkenaan dengan kebijakan lingkungan dan sosial dalam pemberian kredit keuangan yang bisa diterapkan secara global dan pada sektor industri manapun. Hasil pertemuan itu berwujud pada pembuatan Prinsip-prinsip Equator [Equator Principle] yang diluncurkan pada 4 Juni 2003. Sampai Juni 2006, sudah ada 41 bank yang mengadopsinya dari hanya 10 bank ketika prinsip equator diluncurkan.

    Pada 6 Juli 2006, diluncurkan revisi pada Prinsip Equator untuk mengikuti perubahan dokumen 'Performance Standars' yang dimiliki oleh IFC pada 21 Februari 2006. Karenanya revisi Prinsip Equator ini mempunyai kesamaan dengan dokumen Environmental and Social dalam "Performance Standards" yang dimiliki oleh IFC.

     

  • Politically Exposed Persons [PEP's]

    Prinsip PEPs pertama kali muncul ke permukaan sebagai respon adanya skandal kasus Ferdinand Marcos dan isterinya yang menyimpan uang hasil korupsi di bank-bank Swiss. Kenyataan uang yang disimpan itu merupakan uang haram, telah menghancurkan reputasi bank-bank swiss. Dampaknya adalah mereka, komunitas bank-bank di Swiss, mulai memperhatikan dan membuat daftar orang-orang yang secara politik kuat dan penting di Negara-negara asing, baik dia sudah menjadi nasabah maupun belum.

    Penggunaan prinsip PEPs makin menguat sejalan dengan lahirnya "Uniting and Strengthening America by Providing Appropriate Tools Required to Intercept and Obstruct Terrorism [USA Patriot Act]" Oktober 2001 di Amerika Serikat. PEPs dipakai sebagai instrument untuk mencegah resiko......[selengkapnya.....]

selanjutnya.........

 

Unit Pelaksana :
1. Bank Indonesia

2. Penyedia Jasa Keuangan

 

Kembali ke Konsep ILEA.......